27.4.11

TASBIH UNTUK IBU

G
EMPA dahsyat seperti baru saja terjadi dan menyebabkan bangunan yang paling kukuh pun porak poranda serta pepohanan yang paling tegar pun tumbang vas bunga diatas meja juga ikut terhempas dan belingnya berserakan di lantai, serpihannya hingga ke sudut tembok. Kumtum-kumtum anggerek yang indah dan segar berserakan di lantai di antara serpihan beling. Kumtum-kumtum anggerek yang elok itu seperti tidak berharga lagi, apalagi beberapa kumtum terlepas dari tangkainya, tandanya hempasan itu teramat keras.

PUSARA

(Tondi Yang Pergi Jauh)
Sastra Novela – ISBN 979 – 98285 – 1 – 1
(Novel ini sudah berkali-kali ditelaah, salah satumya oleh Profesor DR Ikhwanudin Nasution Msi, Guru Besar Fakultas Sastra USU )
H
ari masih pagi, tapi terik matahari disekitar gurun pasir itu amat panas, seperti membakar ubun-ubun. Angin gurun pun berhembus giris membawa debu dan serpihan pasir halus ketika Bu Azizah bersama suaminya dan jamaah lainnya turun dari bus di kaki Jabal Rahmah. Angin lebih sering berhembus, tapi tidak pernah membasahi Padang Arafah yang amat luas itu.

20.2.11

PEREMPUAN MERAJUT GELOMBANG

Penerbit Gama Media Yogyakarta ISBN 979-3092-51-3
Novel ini menjadi dokumentasi Koninklijk Instituut voor Taal, Land en Volkkenkunde Royal Netherlands Instituut of Southeast Asian and Carribean Studies (KITL) Leiden dan Universiteitsbibliotheck Universiteit Leiden Belanda
Bibir pantai yang menghadap ke samudera maha luas itu teramat indah diterpa matahari pagi. Pernak-pernik butiran pasir yang terbentang sepanjang pantai yang dihiasi butiran mutiara berkilau. Ombak bergulung-gulung mengecup bibir pantai dan deburnya terdengar seperti kidung merdu yang tidak pernah ada akhirnya.

18.2.11

DI SEBERANG LAUT JAWA

S
udah hampir dua jam mobil tua itu parkir di depan sebuah rumah bercat krim di pinggir jalan tidak jauh dari Batang Kuwis, sebuah kawasan yang banyak dihuni masyarakat Jawa. Sudah amat lama pemilik mobil tua yang biasa disapa Mas Ario ,meremas-remas jari tangan Marni yang lentik. Sudah lama Marni menyandarkan kepalanya di dada lelaki itu